What do you know about the Croissant Cake?

Kebetulan salah satu roti yang sangat saya gemari adalah roti croissant, roti ringan yang berbentuk melengkung, dan sangat lezat ketika di makan sebagai kudapan dengan secangkir teh atau kopi. Ternyata roti croissant menyimpan kisah yang dalam, terkait dengan sejarah dan perkembangan peradaban Islam di Eropa. Setelah membaca dari beberapa referensi (yang salah satunya adalah tulisan Mba Hanum Rais), saya baru tersadarkan bahwa ternyata roti croissant itu menyimpan berjuta makna yang sangat dalam dan luar biasa bagi sejarah peradapan Islam di Eropa.
Sejarah roti croissant itu diawali dengan kisah heroic seorang panglima perang ke khalifahan Turkey yaitu panglima perang Ottoman. Saat itu panglima Ottoman sudah siap untuk menyerang satu-satunya kota di Eropa yang belum di takluk kan oleh Turkey, semua persiapan militer sudah di gelar dengan apik, semua kekuatan pasukan dan artileri juga sudah di siapkan dengan baik pula. Amunisi yang di tanam dalam lorong bawah tanah sudah siap mencapai sasaran semua nya dan tinggal menunggu perintah dari Ottoman. Beliau adalah panglima perang kekhalifahan Islam terakhir dari Turkey, yang saat ini lukisan tentang beliau di simpan di musem musse de luvre di Paris.
Ketika semuanya sudah siap untuk digerakkan, ternyata ada satu hal yang dia lupakan bahwa ternyata kota yang terletak di apit oleh dua buah bukit itu terus menerus mengirimkan sinyal permintaan bantuan ke kota tetangga terdekat nya yaitu Jerman dan Polandia dengan sandi api yang terus di lontarka dari dalam benteng tebal mereka, dan kedua tempat dibalik bukit itulah yang terlupakan oleh Ottoman, dan tanpa dia sadari pasukannya yang telah rapi bersiap siaga itu di serang dari arah kedua bukit tersebut oleh Jerman dan Polandia, sehingga pasukan Turkey yang saat itu berada di atas angin dapat dikalahkan dengan mudah.
Dan kekalahan Turkey itulah yang dirayakan oleh semua Negara di Eropa dengan membuat roti croissant, sebuah roti yang berbentuk bulan sabit sebagaimana simbul bulan sabit yang ada di bendera Turkey. Sebuah kisah yang tragis yang diabadikan menjadi sebuah roti, dan hal ini menyadarkan kepada kita bahwa betapa belajar sejarah menjadi sangat penting untuk menjadikan kita paham dan membuat lebih bijak dalam mensikapi segala sesuatu. Mungkin sudah saat nya harus melupakan roti croissant yang enak itu……

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s