January 7, 2009...12:58 am

Baitul Haq Muharam Camp

Jump to Comments

Mungkin banyak orang awam yang nggak tahu atau nggak perduli dengan tahun baru Islam yang jatuh pada tanggal 1 Muharam kemarin. Ada moment yang cukup unik yang dilakukan oleh DKM Masjid Baitul Haq beberapa waktu yang lalu dalam mengisi malam pergantian tahun Muhamram kemarin. Bukan dalam hal perayaan nya akan tetapi syiar Islam yang lebih utama dari semua nya.

 image018

Nah yang menarik dari peringatan 1 Muharam di Masjid Baitul Haq kemarin adalah “Muharam Camp” yang di ikuti oleh anak-anak se Purigading. Setiap peserta kelihatan sangat antusias, terlihat dari anak-anak yang sangat gembira dengan adanya Muharam Camp tersebut selain itu juga para orang tua yang menghantarkannya juga sangat bersemangat dalam mendukung putra-putri mereka untuk mengikuti program Muhamram Camp tersebut ada banyak harapan yang tertuang dengan ikut sertanya anak mereka dalam Muharam Camp yang pertama ini.

 

“Wah sebenarnya saya nggak tega nglepas anak saya untuk ikut Muharam Camp ini”, sebut saja Pak Dodi salah satu orang tua yang putranya ikut dalam program tersebut. Begitulah salah satu ungkapan dari orang tua peserta Muharam Camp malam itu. Acara yang dimulai setelah ashar atau pukul 15:30 itu dibuka secara resmi pada pukul 18:30 setelah para peserta cilik sholat Maghrib berjamaah, diawali dengan do’a memohon kepada Allah untuk dimudahkan nya pelaksanaan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan tersebut. Kemudian setelah sholat Isya’ berjamaah acara dilanjutkan kembali dengan beberapa games yang dipandu dengan sangat interaktif oleh team dari McDonald, sebuah acara yang menebar hadiah sehingga sangat mengundang antusiasme dari anak-anak.

 

Seusai games yang dipandu oleh McDonalds, kegiatan Muharam Camp dilanjutkan dengan Fun Cooking, sebuah kegiatan yang dikemas untuk mempererat jalinan komunikasi antara orang tua dan anak, dalam kegiatan ini anak dan orang tua melakukan “cooking” bersama dengan menu jagung bakar dan sate.

 

Kegiatan terakhir bagi anak-anak adalah Dongeng, yang mengupas tentang cerita para Nabi sebuah sesi kegiatan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak pada Nabi dan Agamanya. Dan untuk merangsang minat anak-anak pada sesi ini, masih juga dibagikan pada anak-anak yang mampu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara. “Abi, Aku dapet hadiah Bi..karena aku bisa baca Do’a..”, ungkap seorang anak dengan ceria nya ketika dia dapat melantunkan do’a sebelum makan dengan artinya dan sebagai hadiahnya sebuah tas, sarung, tempat pensil yang baru siap menemaninya. Semoga Allah menambahkan Ilmu kepadanya, memberikan keberkahan untuk hidup hingga nanti.Amin.

 

Ada beberapa catatan kecil yang perlu dibuat untuk acara yang luar biasa bagus ini, yaitu aturan jam malam untuk menjaga stamina anak-anak dalam megikuti setiap kegiatan, sebab kedapatan anak-anak masih banyak yang main hingga pagi hari sehingga mereka tidak dapat megikuti kegiatan sampai dengan selesai. Sebab ketika acara penutup yaitu Senam bersama masih banyak anak-anak yang tertidur dan juga banyak yang meninggalkan sholat subuh karena terlalu mengantuk. Semoga untuk Muharam Camp berikutnya menjadi lebih baik. Barakallah Akhi……

                                                                                               

Dalam waktu yang bersamaan dengan kegiatan Muharam Camp ini, untuk mereka para orang tua juga dilaksanakan sebuah Kajian Islam yang menghadirkan pembicara Dr.Khattabi. Pembicara dalam uraiannya banyak menjelaskan bahwa kita umat Islam banyak sekali mempunyai momentum yang dapat kita gunakan untuk melakukan refleksi pada diri kita sehingga kita dapat membuat sebuah refleksi diri yang pada akhirnya akan melahirkan individu yang akan selalu segar ruhiahnya karena selalu diisi dengan refleksi diri saat momentum-momentum tersebut.

 

Acara tausyiah agama itu diakhiri tepat pukul 00:00 malam, dan akan dilanjutkan dengan sholat Qiyamul Lail berjamaah yang dimulai pada pukul 02:30, dan subhanallah Imam Sholat Qiyamul Lail pada malam itu sangat indah bacaaan nya, sangat jelas dan tartil, semoga Allah memberkahinya.         

 

 

Wassalamu’alaikum,

Abu Intan-Akmal-Hana                                   

Leave a Reply